Window Dressing Saham

Mengenal Lebih Dekat Istilah Window Dressing Saham dalam Pasar Modal

Dalam dunia investasi saham, Anda akan menemukan sebuah istilah window dressing saham. Istilah ini merupakan sebuah isyarat atau tanda melebihkan laporan keuangan pada suatu perusahaan. Hal ini sering terjadi, maka dari penting untuk selalu jeli saat bertransaksi di pasar modal.

Apa Itu window dressing saham ?

Window dressing saham merupakan sebuah strategi atau taktik yang para perusahaan gunakan untuk meningkatkan performa instrumen dalam sebuah laporan. Hasil ini akan pihak perusahaan sampaikan kepada pemegang saham dengan data telah mengalami peningkatan menjadi lebih bagus.

Konsep dasar dari tindakan ini adalah saat fund manager menjual saham yang sedang mengalami kerugian sangat besar kemudian ia melanjutkan dengan membeli saham dengan tren lagi bagus dan naik daun mendekati akhir kuartal atau tahun. Ini jadi parameter penting dalam sebuah pengamatan

Istilah ini juga bisa Anda artikan sebagai usaha dari sebuah perusahaan yang ingin memperbaiki laporan keuangan untuk penyampaian hasil di pertemuan berikutnya. Langkah awalnya dengan menunda pembayaran kemudian mencari metode untuk membuat pembukuan pendapatan lebih awal.

Window Dressing Saham

Lalu Bagaimana Sistem Kerja dari Windows Dressing ini ?

Untuk bisa lebih mengenal tentang istilah ini dalam transaksi jual beli saham, memahami cara kerjanya menjadi langkah yang tepat. Sistem kerja dari windows dressing ini sebenarnya sederhana. Berikut 2 hal penting dari cara kerja windows dressing :

1. Pihak Perusahaan Mengirim Laporan Kinerja di Setiap Kuartal

Salah satu tindakan sangat menonjol dari windows dressing adalah pelaporan kinerja dan daftar kepemilikan saham. Kedua hal ini umumnya akan pihak perusahaan laporan ke pemegang saham setiap kuartal. Laporan ini klien gunakan untuk memonitoring pengembalian investasi.

Akan tetapi, saat kinerja telah mengalami ketertinggalan, maka pihak perusahaan dapat melakukan windows dressing dengan menjual beberapa saham sehingga akan memberikan laporan bahwa mengalami kerugian besar.

2. Mengganti Laporan Kerugian Jadi Keuntungan Jangka Pendek

Setelah memberikan laporan kerugian, pihak perusahaan yang sedang melakukan windows dressing biasanya langsung mengganti laporan tersebut dengan saham dan mengharapkan pendapatan keuntungan jangka pendek. Ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara penuh.

Hal ini tentunya hampir tidak akan para pemegang saham sadari bila tidak jeli mengamati sebuah laporan kinerja dan transparansi kepemilikan sampai dengan akhir periode pelaporan. Maka dari itu penting untuk selalu memeriksa laporan secara detail dan rinci.

Efek Negatif Bagi Investor Karena Tindakan Window Dressing

Investor biasanya menggunakan laporan kinerja dan portofolio untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kegiatan operasional sebuah perusahaan. Parameter ini juga yang menjadi dasar para pemegang saham untuk memastikan perpanjangan penanaman moda.

Kehadiran teknik windows dressing ini menjadikan pengambilan keputusan dan penentuan operasional dari pemegang saham menjadi tidak akurat. Investor dapat melakukan kedua hal tersebut secara baik bila mendapatkan laporan kinerja secara murni.

Untuk investor mengamati secara detail dan cermat sebuah laporan kinerja dan portofolio sangatlah penting agar terhindar dari masalah ini. Pemegang saham harus benar benar memiliki sifat sensitif kepada semua laporan kinerja yang datang sampai memasuki akhir periode bisnis.

Window Dressing Saham

Tindakan Pemegang Saham yang Terjebak dengan Laporan Windows Dressing

Teknik windows dressing dapat menaikan nilai saham secara signifikan. Investor yang tidak jeli mungkin saja akan tergiur dengan data ini dan mulai membeli saham nilainya bergerak ke atas. Agar terhindar dari pengambilan keputusan salah, berikut tindakan investor harus ia lakukan :

1. Melakukan Analisis Teknikal dan Fundamental Mandiri

Pasar saham memang selalu menampilkan pergerakan yang cepat secara realtime dan mengalami perubahan harga dalam sekejap. Investor seharusnya bisa memantau dan memonitor secara benar pergerakan pasar modal ini.

Analisis teknikal dapat investor lakukan dengan metode memahami pergerakan saham dari waktu awal hingga akhir periode. Sedangkan analisis fundamental pemegang saham dapatkan dari data laporan keuangan sebuah perusahaan ini sendiri. Kedua tindakan ini bisa memberikan dampak signifikan.

2. Melakukan Pemeriksaan Laporan Keuangan Secara Teliti dan Cermat

Untuk menghindari aktivitas windows dressing, investor setidaknya harus meningkatkan standarisasi pemeriksaan laporan. Sebenarnya terdapat satu elemen dalam mengidentifikasi laporan keuangan bermasalah, yaitu apakah pengeluaran pajak cocok dengan PPH atau tidak.

Elemen ini cukup akurat dalam memberikan tanda, apabila pengeluaran pajak tidak cocok dengan PPH, kemungkinan besar laba laporan keuangan dari sebuah perusahaan tersebut tidak menampilkan nilai sebenarnya dengan kata lain sedang melakukan aktivitas windows dressing.

Siapa Saja Aktor yang Dapat Terlibat dalam Aktivitas Window Dressing ini ?

Tindakan untuk menutupi celah dalam perusahaan adalah makna dari window dressing. Dengan kata lain pelaku yang akan terlibat dalam aktivitas ini tentu saja para manajer dengan catatan rekaman pengelolaan perusahaan buruk dan tidak baik.

Sebagai pimpinan atau representasi dari sebuah perusahaan, manajer akan mengambil peran penting dalam membuat atau memutuskan sebuah tindakan. Salah satunya adalah melaporkan laporan kinerja dan daftar kempelikan perusahaan.

Jalan satu satunya bagi para manajer yang memiliki laporan pengelolaan buruk dan tidak baik adalah memperbaiki track recordnya secara cepat dengan kemajuan signifikan. Untuk mewujudkan hal ini window dressing jadi akvitias paling memungkin dalam menyelesaikan masalah ini.

Window Dressing Saham

Faktor lain yang Dapat Menjadi Tanda Bahwa Perusahaan Sedang Melakukan Window Dressing

Selain memperhatikan laporan secara cermat dengan mempelajari pengeluaran pajak apakah sudah sesuai dengan PPH atau tidak. Ada sebuah tanda lagi yang dapat investor gunakan untuk mengidentifikasi tindakan ini yaitu sebagai berikut :

1. Perusahaan Melakukan Perputaran Dana Cepat

Salah satu ciri besar bahwa perusahaan sedang melakukan window dressing adalah perputaran dana yang cepat. Selain itu tindakan ini juga akan pihak pelapor barangi dengan rekam jeka berbeda dari sebelumnya dan meningkatnya keuangan secara drastis pada masa akhir periode saja.

Tiga kategori tindakan ini sudah cukup untuk menjadi tolak ukur bagi seorang investor mencurigai sebuah laporan dari perusahaan. Memahami laporan yang bermasalah bisa pemegang saham dapatkan dari ketiga elemen ini.

2. Perusahaan Melakukan Diskon atau Penawaran Besar Besaran

Selain melakukan perputaran dana cepat, perusahaan yang sedang mempraktekkan aktivitas window dressing biasanya mengadakan diskon atau penawaran besar besaran supaya produk dapat melonjak secara signifikan dari laporan keuangan periode sebelumnya.

Tindakan ini akan terlihat lebih masuk akal dari sudut pandang pelapor untuk menutupi celah perusahaan. Intinya window dressing akan selalu terjadi bila para investor atau pemegang saham tidak jeli dari awal tentang pembukaan dan laporan keuangan pada suatu perusahaan.

Demikian informasi dari https://www.nasionalbisnis.com/ mengenai window dressing saham. Apabila Anda seorang investor dan sedang memiliki beberapa saham di sebuah perusahaan, memeriksa secara cermat segala laporan yang masuk menjadi tindakan terbaik untuk pemegang saham lakukan agar terhindar dari praktek ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.